Pendidikan, di Sini dan di Sana (2)
Oleh Indra Purnama.
Setelah notes pertama nyeritain salah satu keunggulan Indonesia, notes yang ini bakal tentang kelebihan Singapura, dan juga tidak akan menceritakan mengenai masalah teknikal seperti materi pembelajaran, tapi lebih ke pola pikir, btw disclaimer dulu ya, ini bener2 random loh, ga ada backing islamic knowledge apa2
Kalo Indonesia menang di aspek pembelajaran matematika, untuk cara pengajaran bidang fisika justru saya lebih menyukai Singapura, dan sekali ini, ini terbatas di level Junior College (setara SMA) kebawah.
Mungkin selama kita di SMA, kita terbiasa latihan2 soal dengan buku2 Erlangga, Grasindo, Gramedia yang ditulis oleh Bob Foster atau nama2 lainnya. Untuk scope materi, hampir tidak ada perbedaan dengan materi2 yang diajarkan di SMA di Indonesia, mungkin karena memang fisika materinya itu2 saja kali ya hahaha
, namun ada satu perbedaan yang terasa: tipe latihan2 soal.
Hal yang umum melihat hampir di setiap akhir bab buku2 Bob Foster, kita diberi puluhan latihan soal baik dalam bentuk pilihan ganda ataupun essay, dan bahkan sering kali soal2 pilihan ganda itu memerlukan analisa, tidak hanya sekedar jamming calculator, lebih lagi soal2 essay nya, masih inget dulu kerjaan saya cuma ngerjain soal2 fisika sama kimia aja di mesjid di TN, bener2 ga keren pokoknya wkwkwk.
Terus dimana perbedaannya? kalo anda tengok buku2 fisika di Singapura, anda akan melihat bahwa buku mereka penuh dengan konsep dan pertanyaan2 aplikatif, dan jika ada soal hitungan pun tidak akan sulit sama sekali, jika anda tidak percaya, coba saja lihat soal tes masuk NTU, jika anda membuang halusinasi ‘tes masuk NTU itu pasti susah’, maka anda akan melihat bahwa soal2 latihan Bob Foster sudah lebih sulit dari sial tes masuk NTU.
“Loh jadi di mana bagusnya pendidikan fisika di Singapura?”, kalo untuk pendidikan fisika di level universitas, di sini SANGAT BAGUS, semua tersedia, fasilitas top notch dan dosen yang approachable, namun untuk level JC ke bawah, kelebihan yang terasa adalah, dengan lebih ditekankannya konsep, fisika tidak terasa seperti pelajaran dari dunia lain dan lebih mudah dimengerti, miris sekali melihat teman2 di indo dulu melihat fisika ataupun pelajaran science lainnya seperti sesuatu yang out-of-this-world-and-dont-have-any-actual-use-in-life
Kelebihan kedua adalah karena dekatnya dunia perkembangan teknologi dengan masyarakat dsini, masyarakat dsini tidak janggal mendengar kata ‘research’ maupun profesi ‘researcher’. Selain faktor minimnya gaji pekerjaan tersebut di indonesia, saya rasa bukan hal yang aneh jika saya mangatakan bahwa mayoritas pelajar di indonesia masih berpikiran seperti ini: SMA masuk IPA> kuliah masuk Elektro ITB > kerja jadi manager keuangan atau politikus atau entrepreneur…..???????? apakah anda bisa menjelaskan hubungan antara jurusan elektro dan menjadi politikus ??? mungkin karena sekarang ga banyak demo, argumen saya jadi terasa janggal, tapi saya rasa tidak salah jika saya mengatakan banyak orang meletakkan jurusan elektro ITB sebagai pilihan pertama mereka walau sebenarnya mereka tidak tahu ingin menjadi apa setelah lulus nanti.
Agak elaborate dikit ya…hehehe…
Sedih sekali rasanya saat mendengar jurusan2 di indonesia, minim diisi oleh orang-orang yang benar2 berminat di bidangnya, sedih sekali rasanya saat mendengar mahasiswa2 kedokteran ataupun engineering, sibuk berdebat masalah ekonomi dan politik melebihi jangkauan ilmu mereka, bukannya saya mengatakan bahwa kita harus bersikap apatis atau bagaimana, tapi jika pengetahuan kita tentang bisnis hanya dari 3 SKS yang kita ambil di kuliah, pengetahuan kita tentang politik cuma dari apa yang kita baca dari koran harian, kenapa kita sibuk menjelek2an pemerintah? kenapa bukannya minta konsultasi ke teman2 kita yang benar2 mengerti bisnis untuk minta dijelaskan arti dari keputusan yang pemerintah ambil? Bagaimana indonesia mau maju dalam bidang engineering, kedokteran, dan seni kalo semua orang berebut mencari popularitas di politik?
wew jadi kemana2 deh
, kembali ke topik awal deh XD
yah intinya, satu yang saya senangi disini adalah, orang2 yang berada di jurusan science, mereka berada disana dengan pandangan yang jelas tentang pekerjaan mereka nantinya, sehingga sejak dari kecil pun mereka bisa belajar dengan tenang dan penuh semangat, dan saat kita berdiskusi fisika, kita kelihatan keren, bukan keliatan seperti kumpulan orang aneh yang ga jelas akan kerja dimana
*no offense to anyone loh ya XD
*sekali lagi, karena ga ada backing pengetahuan islamnya, jadi kalo ada argumen sangat saya terima XD


